4 Alasan Pasangan yang Pacaran Lama Tapi Tak Berujung Pernikahan, Ada Campur Tangan Teman/Keluarga?

Kenapa banyak pasangan yang lama pacaran tapi justru tidak jadi menikah? Bahkan sebaliknya banyak yang pacaran hanya sebentar tapi langsung menikah. Rupanya ada beberapa penyebab pasangan pasangan kelamaan pacaran tapi tak menikah.

Ini beberapa penyebab pasangan yang sudah lama pacaran tapi justru tidak jadi menikah, apakah ada campur tangan teman atau keluarga? Kalian tentu paham fenomena pasangan kekasih yang sudah lama pacaran tapi malah tidak menikah. Bahkan Pangeran Harry sudah pacaran denganChelsy Davy 7 tahun lamanya dan juga tidak menikah.

Hingga pada akhirnya Meghan Markle lah yang hanya melalui pacaran tak selamaChelsy Davy justru menjadi istri pangeran. Melansir dari Bright Side, berikut beberapa penyebab pasangan pacaran lama tapi malah tidak jadi menikah. Di media sosial, seseorang memposting pendapat bahwa pria menikah bukan ketika mereka bertemu "cinta dalam hidup mereka" tetapi ketika .

Jadi, tampaknya pria "wanita yang tepat". Para ilmuwan mengatakan bahwa usia terbaik untuk memulai sebuah keluarga adalah 28 hingga 32. Setelah waktu ini, kemungkinan pria ingin menikah justru akan turun.

Seperti yang dikatakan John T. Molloy penulis buku Why Men Marry Some Woman dan Not Others penampilan wanita itu seharusnya tidak vulgar. John meminta lebih dari 3.500 pria untuk menggambarkan pengantin wanita mereka. Hanya 20% tunangan yang menggunakan kata sifat yang berkaitan dengan penampilan mereka seperti cantik, menarik, atau seksi.

80% Lainnya menyebutkan karakter wanita. Pria mengatakan bahwa menjadi bersih dan rapi sangat penting tetapi tidak ingin mereka terlihat berlebihan. Bahkan jika seorang pria terlihat sangat mandiri, siapa yang dia pilih sebagai seorang istri akan dipengaruhi oleh orang orang yang dekat denganya.

Itulah sebabnya teman memainkan peran besar pada tahap awal hubungan dan pendapat mereka dapat mempercepat proses jatuh cinta. Selain itu, persetujuan orang tua pria juga dapat menjadi faktor penentu. Kaliantentu pernah melihat kasus di mana harapan orang tua berbeda dari gadis yang dibawa pulang oleh putra mereka.

Jika seorang wanita tidak pernah menyuarakan pendapatnya tentang keinginan untuk menikah. Pacarnya tidak akan pernah tahu bahwa dia sebetulnya berharap. Pria buruk dalam membaca yang tersirat, tapi pandai membuat kesimpulan.

Jadi, ketika gadis ini kehilangan kesabarannya, memilih menyerah dan perg. Pria akan menganalisis situasi dan ketika dia bertemu wanita berikutnya, dia akan lebih cepat memutuskan melamarnya sebelum dia ditinggalkan.